eCommerce Indonesia Diprediksi Naik 31% Tahun 2019

    0
    150
    eCommerce Indonesia Diprediksi Naik 31% Tahun 2019

    Industri perdagangan elektronik semakin populer seiring dengan perkembangan teknologi yang mendukungnya. Perkembangan inilah yang kemudian terus mendorong industri ke depan dan menghasilkan laba yang semakin besar.

    Melihat perkembangan ini, Vaibhave Dabhade, pendiri dan CEO Anchanto memperkirakan tren industri perdagangan elektronik di Indonesia pada tahun 2019. Anchanto adalah pengembang SaaS (layanan perangkat lunak) untuk teknologi perdagangan elektronik yang telah berdiri sejak 2011.

    Fokus pada pengalaman pelanggan perdagangan elektronik Melalui solusi digital, Anchanto telah mengembangkan beberapa produk, seperti layanan manajemen logistik, pergudangan, katalog, dan sistem penjualan multichannel.

    <img width = "1450" height = "906" src = "image / svg + xml; charset = utf-8,"class =" lampiran-ukuran penuh-penuh ld-lazyload "alt =" "data-src =" https://digikidz.id/wp-content/uploads/2018/08/1-2-1450×906.png "data -srcset = "https://digikidz.id/wp-content/uploads/2018/08/1-2-1450×906.png 1450w, https://digikidz.id/wp-content/uploads/2018/08/1 -2-1450×906-300×187.png 300w, https://digikidz.id/wp-content/uploads/2018/08/1-2-1450×906-1024×640.png 1024w "data-aspect =" 1.6004415011038 "/>

    "Pasar perdagangan elektronik Indonesia diperkirakan akan mengalami pertumbuhan 31,3% dan mencapai laba hingga US $ 3,8 miliar (sekitar Rp 2,5 triliun), "kata Vaibhave.

    Menurut Vaibhave, ia memperkirakan bahwa angka itu adalah salah satu efek dari potensi industri perdagangan elektronik yang sangat besar di Indonesia. Namun sayangnya, potensi ini belum maksimal. Vaibhave melihat ini dari komunitas pengecer, UKM dan UKM mikro yang masih belum memiliki akses maksimal ke sistem perdagangan elektronik. Faktanya, UKM adalah sektor yang menjanjikan bagi perekonomian Indonesia.

    Vaibhave melanjutkan, mengoptimalkan potensi ini dapat dilakukan dengan melakukan transformasi digital untuk pelaku ekonomi kecil dan menengah. Penjual perdagangan elektronik juga perlu mengadopsi platform teknologi yang lebih cerdas. Tidak hanya itu, sistemnya perdagangan elektronik ini juga perlu disesuaikan dengan bisnis pergudangan untuk memenuhi kebutuhan pembeli online yang berkembang pesat di Indonesia.

    "Kami percaya, dengan menggunakannya platform teknologi pintar"Semua bisnis akan meningkat dan berkontribusi besar pada ekosistem negara," pungkas Vaibhave.

    Sumber: marketeers.com

    18 bulan telah kembali? Temukan jawabannya di DIGIKIDZ, Pusat Pembelajaran Kreatif Anak yang sejak 2001 telah berkontribusi dalam mendidik anak-anak Indonesia di bidang teknologi dan kreativitas, di DIGIKIDZ anak-anak akan belajar Pengembangan Web yang berguna untuk masa depan mereka. Klik di sini untuk informasi.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here